Publikasi SPPG
Baca
Thumbnail
2026-07-06 07:20:10
https://sppghipmikaryawangi.id/berita/kelola-dapur-mbg-untuk-3-200-penerima-manfaat-sppg-karyawangi-utamakan-sop-dan-transparansi

Kelola Dapur MBG untuk 3.200 Penerima Manfaat, SPPG Karyawangi Utamakan SOP dan Transparansi


PR JABAR - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) HIPMI Karyawangi menegaskan komitmennya menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara profesional. Pengelola mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, keamanan pangan, serta keterbukaan informasi sebagai upaya menjawab berbagai stigma negatif terhadap pengelolaan dapur MBG. SPPG yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat itu telah beroperasi sejak September 2025. Saat ini, dapur tersebut melayani sekitar 3.200 penerima manfaat yang terdiri atas pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kecamatan Parongpong dengan dukungan 52 tenaga kerja.

Kepala SPPG Karyawangi, Arlan Hardi, mengatakan kualitas layanan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pengelolaan dapur, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan.

"Keunggulan kami terletak pada penerapan SOP yang ketat dan keterbukaan kepada masyarakat. Kami telah mengantongi Sertifikat Halal, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta memiliki sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar. Kami juga melibatkan dua chef bersertifikat untuk menjaga kualitas menu," tutur Arlan, Kamis, 2 Juli 2026.

Menyediakan layanan call center 

Menurut Arlan, transparansi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG. Orang tua penerima manfaat dapat memantau menu harian melalui media sosial yang terintegrasi dengan situs resmi SPPG. Pengelola juga menyediakan layanan call center sebagai sarana menerima masukan maupun pengaduan. Selain itu, tim ahli gizi setiap hari merekam dan mengunggah video saat mencicipi menu MBG sebelum didistribusikan. Video tersebut kemudian dibagikan kepada kepala sekolah dan guru sebagai bentuk jaminan bahwa makanan yang disajikan telah melalui proses pengawasan.

"Kami juga menyusun menu secara mingguan agar pengadaan bahan baku lebih terencana sehingga kualitas dan kesegaran bahan makanan tetap terjaga," katanya. Dari sisi pengelolaan lingkungan, Asisten Lapangan SPPG HIPMI Karyawangi, Yogi Leonardi, menjelaskan bahwa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di dapur tersebut menggunakan sembilan tahap penyaringan sehingga limbah yang dihasilkan memenuhi standar sebelum dialirkan ke lingkungan. "Bahkan hasil uji terbaru menunjukkan air limbah yang dialirkan ke kolam ikan tidak membahayakan. Ikan di kolam tersebut tetap hidup dengan baik. Itu menjadi salah satu indikator bahwa pengelolaan limbah kami berjalan sesuai standar," ujarnya. 

Evaluasi dan general cleaning 

Yogi menambahkan, pengelolaan sampah juga dilakukan secara berkala. Sampah organik dimanfaatkan masyarakat sebagai pakan ternak, sedangkan sampah plastik diangkut setiap pekan untuk diproses lebih lanjut.

SPPG Karyawangi juga membuka akses bagi kalangan akademisi. Saat ini, empat mahasiswa dari UIN Jakarta, UPI, UNAI, dan Poltekkes Bandung tengah melakukan penelitian mengenai pengelolaan sampah, tata kelola keuangan, gizi, hingga strategi komunikasi melalui media sosial. "Mahasiswa dari UIN Jakarta, UPI, UNAI, dan Poltekkes Bandung sedang melakukan penelitian di sini. Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar selama tidak mengganggu operasional pelayanan," kata Arlan. Selama masa libur sekolah, SPPG Karyawangi memanfaatkan waktu untuk melakukan evaluasi manajerial, perawatan peralatan, serta general cleaning agar operasional dapur tetap optimal saat kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung. "Karena sedang libur, kami memanfaatkan waktu untuk evaluasi dan general cleaning. Perawatan juga dilakukan setiap minggu guna menjaga dapur tetap higienis," ucapnya.

 

Kembali Beranda